Nabi MUHAMMAD Rahmat Bagi Seluruh Alam


Alfattahiyah Miren Jum'at pagi 6 Nopember 2020 saat kuliyah subuh bertepatan memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. 

Tiba di parkiran pondok keadaan sudah penuh, terpaksa parkir di area lahan yang milik pondok juga di bagian selatan. Pondok Alfattahiyah ini walaupun belum terbilang pondok lama, namun jumlah santri sudah cukup lumayan banyak. Terbukti sampai saat ini masih saja terus membangun, dan juga saat kuliyah subuh selalu penuh dengan wali santri yang mengikuti kegiatan tersebut, disamping sekalian sambang putri putrinya.

Gus Anang pengasuh Pondok Pesantren Alfatahiyah Miren dalam mauidzoh hasanahnya menyampaikan bahwa para ulama saking bingungnya mengungkapkan sifat Rasulullah maka dibuatlah Syair, 
محمد محمد بشر لا گالبشر 
بل هو گالياقوت بين الحجر
Muhammadun basyarun lâ kalbasyari Bal huwa kal yâqûti bainal hajari
Muhammad (Saw) adalah seorang manusia namun bukan manusia biasa, dia laksana batu permata diantara bebatuan biasa

محمد سيد الگونين والثقلين
والفريقين من عرب ومن عجم
Muhammadun sayyidul kaunaini wats-tsaqolaini wal farîqoini min ‘urbin wa min ‘ajami
Muhammad (saw) adalah pemimpin dua alam, dan dua ras dan dua golongan dari bangsa Arab maupun dari bangsa Ajam (selain Arab)

نبينا الآمر الناهي فلا أحد
أبر فی قول لامنه ولا نعم
Nabiyyunâl ãmirun-nâhî falâ ahadun abarro fî qouli lâ minhu wa lâ na’ami
Nabi kita yang memerintahkan kema’rufan dan yang mencegah kemungkaran, yang tidak ditemukan satu pun makhluk Allah yang lebih benar ucapannya ketika mengatakan “ya” atau “tidak”.

Dawuh Gus Anang lagi, kanjeng Nabi merupakan Rahmat Alloh Swt kepada kita. Sehingga peringatan maulid Nabi ini hakikatnya mensyukuri rahmatnya Alloh swt. Nabi ditanya kenapa puasa hari Senin? Jawab beliau "karena hari senin aku dilahirkan". Beliau bahagia karena kelahirannya merupakan Rahmat bagi seluruh alam.

Bagi kita dalam memperingati Nabi dengan berbagai macam yang positif, bisa baca Al Qur'an, sholawatan, pengajian dan lain-lain. Yang tidak diperbolehkan memperingati dengan cara yang membuat Nabi Muhammad sedih, contohnya dengan goyang ngecor, tari-tarian yang mengundang maksiyat dll. 

Diceritakan dalam sebuah kitab, Abu lahab diberi keringanan oleh Alloh saat di akhir nanti, ternyata karena Abu lahab merasa senang sekali atas kelahiran Nabi Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad SAW disambut gembira oleh berbagai kalangan, termasuk pamannya sendiri yakni Abu Lahab. Siapa sangka dakwah Rasulullah akan Islam kelak paling ditentang oleh pamannya tersebut. 
Saking gembiranya Abu Lahab dalam menyambut kelahiran keponakannya itu, dia memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah di hari kelahiran Nabi. Atas tindakannya ini meski status Abu Lahab adalah seorang kafir, dia mendapat keringanan siksa kubur tiap hari senin. 
Namun sebagaimana diterangkan dalam berbagai literatur, dakwah Nabi Muhammad SAW ditentang oleh Abu Lahab secara terang-terangan. Bahkan Abu Lahab pernah berencana membunuh Nabi lantaran tak terima dengan ajaran Islam yang dibawanya. 

Kekejian yang dilakukan oleh Abu Lahab bahkan diabdikan dalam al-Qur'an surat al-Lahab ayat 1-5 yang berbunyi: 
Tabbat yada-abi lahabi-watab. Ma aghna anhu maa luhu wa maa kasab. Sayashlanaran dzata lahab. Wa-mra-atuhu hammaa latal-hatab. Fi jiidiha hablu-minmasad,"
Yang artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api neraka (yang bergejolak). Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal,". 
Al-Biqa'i pernah menghubungkan surat ini dengan kandungan surat an-Nashr yang menegaskan kepastian datangnya kemenangan serta berbondong-bondongnya masyarakat memeluk Islam. Sedangkan Abu Lahab adalah sosok yang paling dikenal menentang ajaran Islam yang dibawa Nabi. 

Oleh karenanya timbul pertanyaan dengan kondisi tersebut, apakah Abu Lahab akan menerima atau terus melanjutkan penolakan terhadap dakwah Nabi. Surat al-Lahab ini Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab dalam kitab tafsir al-Mishbah merupakan jawaban atas pertanyaan sikap Abu Lahab. 
Jadi orang kafir saja masih mendapat keringanan siksanya karena cinta kelahiran Nabi, apalagi kita sebagai umat Islam. Maka dari itu marilah kita senantiasa meningkatkan rasa cinta terhadap Rasulululloh dengan cara menjalankan apa yang di teladankan oleh Rasul dalam kehidupan ibadah maupun yang lainnya.

Comments

  1. Luarbiasa...sepagi ini sudah berkarya hebat...

    ReplyDelete
  2. Sublhannallah ini bukan lagi belajar tapi sudah penulis.
    Untuk peserta tgl. 7 besuk. Ku punya ide dlm waktu 2 minggu diadakan lomba menulis, diambil juara 1.2.3 disiapkan hadiah 1000.000,- lenanggung jawab hasil tulisan peserta
    1.Gus Nur
    2. Gus Ansori
    3. Bunda Ma'rifah

    ReplyDelete
  3. Terus berproses, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua kang kaji.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Coretan Kecil Ketinggalan Kaca Mata

Lailatul Ijtimak Mwc NU Sumbergempol

Coretan Pagi Melirik Budaya Foto & Selfie