Optimalisasi Gerakan Menulis PC Pergunu Tulungagung


Pembukaan seminar PC Pergunu Tulungagung 7 Nopember 2020, dimulai pukul 09.00 berada di tempat sebagaimana kegiatan sebelumnya yakni Aula SMA Diponegoro Tulungagung. 

Bertugas sebagai pembawa acara Bpk. Muhson, M.Pd.I, sedangkan yang tampil sebagai dirigent adalah salah satu seksi Seni budaya pergunu yaitu ibu Inez Shofa, S.Pd. Selanjutnya dalam sambutannya Bpk. Drs. Muslim, M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini bukan hanya berhenti pada acara workshop Literasi, tetap saling terkait dengan kegiatan sebelumnya yaitu Diklat IT web development yang disampaikan oleh seorang yang katanya pakar IT Mr. Deny Tryana, disamping IT jg ahli terapi strum, bekam dll, akan diadakn lomba menulis di blog, bagi juara 1,2,& 3 disediakan hadiah 1 juta rupiah. Ini sebagai wujud kontribusi PC Pergunu dalam rangka menggairahkan budaya menulis bagi anggota pergunu. Sebagai akhir sambutannya Mbah lim begitu akrab dipanggil, bertanya kepada peserta literasi empat hal. Pertama "siapa kita"? jawablah "NU, kedua "siapa kita"? jawabnya "Pergunu, ketiga "NKRI jawablah "harga mati", keempat "Pancasila, jawablah "Jaya. 

Materi Literasi dimulai yang dipandu oleh salah satu pengurus pc pergunu, beliau mengantarkan materi dengan beberapa kisah....

Sebagai Nara Sumber adalah pakar literasi sekaligus Dosen IAIN Tulungagung, Dr. Ngainum Naim. Kunci menulis menurut Prof. Dr. Kuntowijoyo menyatakan bahwa kunci menulis ada 6 M. 
1. Menulis, 2. Menulis, 3. Menulis, 4. Menulis, 5. Menulis dan terakhir yang ke 6. Menulis. Jadi intinya praktek.
Dalam acara Workshop pergunu untuk melengkapi kasanah keilmuan diadakan dialog.
1. Sering menulis dari judul satu ke judul berikutnya ? (Guru dari MI Jablaka), 2. Pertanyaan setelah menulis itu merasa ragu apa tulisan layak atau belum, masih ada keraguan. 3. Dari bu komsiyah, kadang kala menulis tidak pede apakah tulisan layak dibaca oleh orang lain, yang berikutnya sulit memulai, pernah mengikuti pelatihan katanya untuk mulai menulis yaitu ambillah satu kata, maka kata itu akan memanggil kata yang lain. 
P. Naim menjawab, bahwa semua orang bahkan orang sehebat apapun pasti mengalami macet. Hal itu biasa, yang pertama mengatasi macet kita baca lagi dari atas, yang kedua kita tinggal dulu sebentar misalnya ditinggal "ngopi dll. 
Bersambung

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Coretan Kecil Ketinggalan Kaca Mata

Lailatul Ijtimak Mwc NU Sumbergempol

Coretan Pagi Melirik Budaya Foto & Selfie